Kamis, 12 November 2015

Semakin berkembang dan majunya teknologi otomotif saat ini membuat sejumlah motor beralih ke teknologi injeksi. Semakin banyak produsen motor yang mengembangkan teknologi ini. Sehingga tak jarang kini motor dengan mesin injeksi wara-wiri di jalanan. Dengan sejumlah fitur dan tampilan yang ditampilkan oleh produsen otomotif, membuat banyak orang tergiur akan motor dengan teknologi ini. Bagi yang belum mengetahui apa injeksi itu, tenang… akan kita bahas dalam artikel ini.

Sebenarnya apa teknologi injeksi itu?

Sistem injeksi merupakan teknologi penerus sistem karburator pada kendaraan bermotor. Injeksi adalah sistem mekanis yang menggunakan teknologi pengontrol yang befungsi mengatur udara dan pasokan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran secara efektif dan efisien. Sistem injeksi ini telah dilengkapi dengan sensor yang akan mengatur jumlah udara dan bahan bakar yang telah tercampur secara homogen sesuai dengan kebutuhan dan keadaan mesin saat beroperasi. Injeksi membutuhkan perangkat bernama injector, yang bertugas me-nyuplai campuran bahan bakar dengan udara. Hal inilah yang menyebabkan mesin motor dengan teknologi injeksi lebih irit dibandingkan dengan sistem karburator, karena perangkat injector pada mesin injeksi menyuplai bahan bakar ke mesin berdasarkan kebutuhan mesin sehingga penggunaan bahan bakar dapat lebih effisien sehingga menjadi lebih irit.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.


Sistem injeksi ini akan mulai bekerja saat bahan bakar turun atau mengalir dari tangki bahan bakar menuju proses atomisasi, yakni proses pengkabutan bahan bakar yang akan disemburkan melalui throttle valve. Proses pengkabutan bahan bakar tersebut terjadi karena bahan bakar mengalami pemampatan dan memperoleh tekanan yang cukup tinggi, sehingga diperoleh hasil berupa asap atau kabut. Nah bahan bakar berbentuk kabut ini akan dikeluarkan lewat lubang injektor canonical yang posisinya menghadap ke ruang bakar mesin.



Cara Kerja Motor Injeksi
Apabila pada sistem karburator, kendaraan membutuhkan penyetelan yang tepat agar bisa mendapatkan campuran bahan bakar dan udara atau AFR (Air–Fuel Ratio)yang optimal, sistem injeksi sudah terprogram secara komputer untuk mendapatkan rasio AFR yang optimal.

AFR
Supaya bisa mendapatkan AFR yang optimal, injektor mengandalkan program komputer untuk mengontrol AFR nya. Perangkat elektronik yang bertugas untuk mengontrol kerja injektor ini bernama ECM atau Electronic Control Module.

Electronic Control Module
Electronic Control Module memiliki settingan dan kontrol yang sudah terstandar dari pabriknya. ECM ini dapat secara otomatis mengontrol besaran bahan bakar dan udara yang pas pada kondisi – kondisi cuaca tertentu. Pada motor injeksi terdapat sensor udara, sensor inilah yang nantinya membantu ECM dalam mengkalkulasi AFR yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin dan udara sekitar mesin. Kurang lebih seperti inilah gambaran mengenai sistem injeksi pada motor. Konsepnya sama seperti sistem karburator, karena injeksi merupakan penyempurnaan dari sistem karburator.

Beberapa kelebihan dari sistem injeksi dibandingkan sistem karburasi adalah emisi gas buang rendah dan irit bahan bakar. Artikel selengkapnya mengenai kelebihan sistem injeksi daripada karburasi dapat Anda baca di artikel selanjutnya.
Di samping keiritan dari motor dengan sistem injeksi, kami menyediakan Femax Fuel Saver sebaga alat penghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Femax Blue Injeksi
Femax Injection Chrome

“Motor injeksi memang irit, tapi lebih irit lagi dengan FEMAX INJECTION FUEL SAVER.”



Info dan pemesanan, silakan hubungi :
CS-FEMAX CENTER 
Call/SMS/WA : 0818214011 / 082242339765
PIN : 26A63418


Sekian yang dapat penulis sampaikan mengenai Pengertian dan Cara Kerja Motor Injeksi
Semoga bermanfaat. :)


Tagged: , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Back to top