Jumat, 06 November 2015


Motor adalah kendaraan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Selain karena lebih efektif dan efisien waktu, motor dipilih sebagai alternatif ketika sedang ada kemacetan. Ya, di kota - kota besar seperti Jakarta, motor digunakan oleh kebanyakan orang. Bahkan kini sedang maraknya ojek online yang sering kita temui di jalan yang berlalu lalang. Walaupun motor adalah salah satu alternatif saat jalanan macet namun ada hal - ha yang sebaiknya diperhatikan pengendara motor sebelum berkendara.

Tips saat akan berkendara dengan motor

Demi menjaga keselamatan dan kenyamanan saat berkendara, sebaiknya Anda melakukan beberapa pengecekan terhadap motor Anda, seperti berikut ini.

  • Cek bahan bakar
Bahan bakar merupakan komponen penting saat akan berkendara. Kalau tidak ada bahan bakar bagaimana motor bisa berjalan? Untuk itu, sebelum berkendara pastikan bahan bakar motor Anda cukup, terlebih apabila akan melakukan perjalanan jauh. Tentu Anda tidak menginginkan motor macet di jalan karena kehabisan bahan bakar bukan?
  • Cek oli, usahakan oli dalam keadaan bersih dan cukup
Selain bahan bakar, ternyata oli juga merupakan komponen peting yang harus ada saat berpergian. Pastikan oli dalam keadaan bersih dan cukup. Mengetahui bahwa fungsi oli adalah sebagai pelumas mesin hal ini menjadi sangat penting. Namun, tak hanya sebagai pelumas mesin saja oli ternyata oli memiliki fungsi lain. Inilah fungsi oli bagi kendaraan Anda.
  1. Sebagai pelumas mesin (lubricating), oli sebagai pelumas akan bekerja untuk meminimalisasi gesekan-gesekan antar logam (komponen mesin) sehingga gerakan mesin menjadi halus/sedikit hambatan, oli juga akan mencegah gesekan yang terlalu kasar antar komponen mesin yang bisa merusak bagian-bagian mesin.
  2. Sebagai pelindung mesin, oli tidak hanya melindungi mesin dari gesekan antar komponen dalam mesin akan tetapi juga melindungi mesin dari korosi (karat), fungsi oli di sini mencegah reaksi oksidasi pada komponen-komponen mesin dan menghilangkan reaksi kimiawi logam dengan panas saat pembakaran yang bisa menyebabkan korosi komponen.
  3. Sebagai pembersih, kotoran dapat masuk melalui sela-sela ring dan terjadi sisa pembakaran mesin yang menghasilkan kerak, kerak atau kotoran tersebut akan dilarutkan oleh oli (pelarut kotoran) atau bercampur dengan oli yang selanjutnya akan dibuang bersama oli saat pergantian oli mesin.
  4. Sebagai pendingin mesin, panas yang terjadi akibat pembakaran pada ruang bakar akan merambat ke dalam mesin, selain itu panas akibat gesekan antar komponen dalam mesin juga menambah suhu di dalam mesin. Oli sebagai pendingin akan mengalir pada permukaan komponen-komponen dalam mesin untuk selanjutnya membawa panas tersebut ke penampungan oli untuk selanjutnya panas akan dibuang bersama udara yang mengaliri tempat penampungan oli. Sebagai pendingin oli sangat berperan besar dalam menjaga komponen mobil dalam performa yang baik, panas yang terlalu tinggi (over heat) akan merusak komponen-komponen dalam mesin yang secara kimiawi dapat merusak ikatan logam dan secara fisikawi dapat menyebabkan pemuaian pada komponen mesin.
  • Cek ban, pastikan ban motor cukup angin
Selanjutnya, melakukan pengecekan tekanan angin pada ban. Pada dasarnya tekanan angin pada ban motor hampir sama. Tekanan angin standar dengan beban rata-rata adalah 28 – 30 psi (ban depan) dan ban belakang 30 – 32 psi (ban belakang). Standar tekanan angin ban biasanya tertera di buku panduan motor Anda atau biasanya ada di dinding ban.

Dalam pengcekan tekanan angin ban ini, pastikan tekanan angin pada ban cukup atau tidak kurang maupun berlebih. Bila tekanan angin kurang dan sering menghantam lubang dipastikan ban akan mudah rusak,  bahkan bisa menyebabkan pelek patah. Tekanan angin yang kurang juga menyebabkan ban habis tidak merata. Pada kecepatan tinggi,  panas ban akan naik dan bisa berakibat ban meletus. Dari segi kenyamanan, bila kondisi ban kurang angin, motor terasa goyang dan handlingnya tidak stabil.

Sedangkan bila tekanan angin yang melampaui batas normal juga tidak dianjurkan. Banyak yang beranggapan bahwa tekanan angin ban berlebih akan membuat motor ringan saat berjalan. Anggapan itu keliru, karena sangat berbahaya bagi riders saat memasuki tikungan. Pasalnya ban dengan tekanan anginnya melampui batas normal membuat permukaan ban tidak menyentuh aspal secara maksimal. Mengurangi cengkaraman ban saat melaju kencang. Selain itu, ban akan cepat habis di bagian tengah.
  • Cek rantai, pastikan ketegangan rantai dan oli rantai cukup
Rantai kendur menyebabkan motor jadi berisik dan tidak nyaman dipakai. Hal yang yang paling buruk adalah rantai motor dapat putus dan rusak. Bila hal tersebut terjadi tentu saja akan membahayakan pengendara motor.

Ada pun cara perawatan rantai adalah menyetel rantai secara teratur bukan berarti harus dikencangkan atau hanya dikendurkan tapi yang perlu di perhatikan adalah pengunci rangkaian ban dan pelek yang perlu diluruskan. Biasanya penyetelan ini dilakukan setelah motor menempuh jarak kurang lebih 1000 km atau minimal sebulan sekali. Selanjutnya adalah membersihkan rantai dari kotoran, yaitu dengan minyak atau menyemprotkan cairan khusus untuk rantai motor. Pemmbersihan ini dilakukan minimal sebulan sekali. Setelah itu melumasi kembali rantai dengan cairan khusus rantai motor.
  • Cek knalpot, apakah keluar oli dan suara mesin motor terdengar halus? 
  • Cek rem dan minyak rem, pastikan rem berfungsi dengan baik dan minyak rem dalam keadaan cukup
  • Pastikan lampu bekerja dengan baik (lampu utama, lampu rem, dan lampu sein)
  • Cek kopling (jika motor dengan kopling)
  • Cek aki, pastikan aki cukup dan tidak kosong
  • Cek mur dan baut mesin lengkap, sehingga tidak membahayakan saat berkendara.


Tagged: , , , ,

0 comments:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Back to top